Pengetahuan Mekanik: Kekerasan Brinell (HB), Kekerasan Rockwell (HR), Kekerasan Vickers (HV)

I. Kekerasan Rockwell (HR)
Klik di sini untuk detail tentang produk kami.
1. Prinsip

Dengan menggunakan kerucut intan (dengan sudut puncak 120°) atau bola baja (dengan diameter 1,59 mm atau 3,18 mm) sebagai penekan, tekan ke permukaan material di bawah pengaruh beban awal dan beban utama. Nilai kekerasan dihitung berdasarkan kedalaman lekukan—semakin dalam lekukan, semakin rendah nilai kekerasannya.

2. Karakteristik

- Kecepatan pengujian yang cepat dan pengoperasian yang sederhana, cocok untuk pengujian massal.
- Mampu menguji material dengan kekerasan sedang hingga tinggi.
- Tersedia beberapa skala berdasarkan kekerasan material:
- HRA: Menggunakan beban 60 kg dan indentor berlian, cocok untuk material yang sangat keras seperti karbida semen.
- HRB: Menggunakan beban 100kg dan penekan bola baja, cocok untuk baja lunak, paduan tembaga, paduan aluminium, dll.
- HRC: Menggunakan beban 150 kg dan indentor berlian, cocok untuk baja yang dipadamkan, paduan dengan kekerasan tinggi, dll.

3. Aplikasi Umum

Banyak digunakan untuk pengujian kekerasan cepat pada produk logam seperti alat potong, bantalan, roda gigi, dan komponen besi cor.

II. Kekerasan Brinell (HBW)

1. Prinsip

Sebuah bola paduan keras dengan diameter tertentu (biasanya 10 mm) ditekan ke permukaan material di bawah beban tertentu, dan nilai kekerasan dihitung berdasarkan diameter lekukan.
Jenis-jenis Kekerasan Brinell yang umum:

- HBS: Menggunakan indentor bola baja, cocok untuk material dengan kekerasan ≤ 450 HB, seperti baja lunak, besi cor kelabu, dan logam non-ferrous.
- HBW: Menggunakan indentor bola paduan keras, cocok untuk material dengan kekerasan ≤ 650 HB, dan merupakan bentuk utama standar modern.

2. Karakteristik

- Hasil yang stabil dan pengulangan yang baik.
- Cocok untuk logam dengan kekerasan lunak hingga sedang.
- Lekukannya relatif besar, sehingga tidak cocok untuk komponen berdinding tipis atau berukuran kecil.

3. Aplikasi Umum

Pengujian kekerasan bahan baku dan bagian yang diproses kasar, seperti baja anil, besi cor, dan logam non-ferrous serta paduannya.

III. Kekerasan Vickers (HV)

1. Prinsip

Indentor berlian berbentuk piramida persegi dengan sudut puncak 136° digunakan untuk menekan permukaan material di bawah beban tertentu, dan nilai kekerasan dihitung berdasarkan panjang diagonal lekukan.

2. Karakteristik

- Presisi tinggi: Memungkinkan pengukuran kekerasan yang akurat, bahkan untuk area yang sangat kecil (misalnya, wilayah mikro material).
- Jangkauan aplikasi yang luas: Cocok untuk menguji material di berbagai spektrum kekerasan, dari logam lunak (seperti paduan aluminium) hingga material ultra-keras (seperti karbida semen).
- Lekukan minimal: Lekukan kecil yang tertinggal di permukaan material menghindari kerusakan pada benda kerja, sehingga ideal untuk bagian berdinding tipis, pelapisan permukaan, dan pengujian kekerasan area mikro.

3. Aplikasi Umum

Metode ini banyak digunakan untuk pengujian kekerasan komponen presisi, lapisan permukaan, dan lembaran tipis—misalnya, pengukuran kekerasan lapisan cangkang ponsel untuk memverifikasi ketahanan aus. Selain itu, metode ini sangat penting dalam penelitian ilmiah untuk analisis kekerasan daerah mikroskopis, seperti pengujian kekerasan batas butir dan batas fasa dalam material untuk mempelajari sifat mikroskopis material.

4. Perbandingan Tiga Metode Pengujian Kekerasan

5. Ringkasan
Ketiga metode pengujian kekerasan tersebut masing-masing memiliki keunggulan tersendiri. Metode yang paling tepat harus dipilih secara komprehensif berdasarkan karakteristik material, bentuk sampel, rentang kekerasan, dan persyaratan presisi untuk mendapatkan hasil pengujian yang paling masuk akal.

Klik di sini untuk detail tentang produk kami.


Waktu posting: 08-Des-2025